A. Keluarga dan studi tentang perilaku konsumen
Studi tentang keputusan keluarga sebagai
konsumen kurang lazim dibandingkan studi tentang individu sebagai konsumen.
Alasan untuk pengabaian dalam studi pembelian keluarga adalah kesulitan dalam
mempelajari tentang keluarga sebagai organisasi. Survey dan metodologi
penelitian pemasaran lain lebih mudah dijalankan untuk individu daripada untuk
keluarga. Pemberian kuesioner kepada seluruh keluarga membutuhkan akses ke
semua anggota pada waktu yang lebih kurang sama, dengan menggunakan bahasa yang
mempunyai makna sama bagi semua anggota keluarga, dan menafsirkan hasil ketika
anggota dari keluarga yang sama melaporkan opini yang bertentangan mengenai apa
yang dibeli oleh keluarga atau pengaruh relative dalam keputusan tersebut.
B. Penentu keputusan pembelian pada suatu
keluarga
Keluarga
adalah “pusat pembelian” yang merefleksikan kegiatan dan pengaruh individu yang
membentuk keluarga bersangkutan. Individu membeli produk untuk dipakai sendiri
dan untuk dipakai oleh anggota keluarga yang lain.
Keputusan
konsumsi keluarga melibatkan setidaknya lima peranan yang dapat didefinisikan.
Peranan-peranan ini mungkin dipegang oleh suami, istri, anak, atau anggota lain
dalam rumah tangga. Peranan ganda atau aktor ganda adalah normal.
1. Penjaga
pintu (gatekeeper). Inisiator pemikiran keluarga mengenai pembelian produk dan
pengumpulan informasi untuk membantu pengambilan keputusan.
2. Pemberi
pengaruh (influencer). Individu yang opininya dicari sehubungan dengan kriteria
yang harus digunakan oleh keluarga dalam pembelian dan produk atau merek mana
yang paling mungkin cocok dengan kriteria evaluasi itu.
3. Pengambil
keputusan (decider). Orang dengan wewenang dan / atau kekuasaan keuangan untuk
memilih bagaimana uang keluarga akan dibelanjakan dan produk atau merek mana
yang yang akan dipilih.
4. Pembeli
(buyer). Orang yang bertindak sebagai agen pembelian: yang mengunjungi toko,
menghubungi penyuplai, menulis cek, membawa produk kerumah, dan seterusnya.
5. Pemakai
(user). Orang yang menggunakan produk.
C. Family Life Cycle(FLC)
Family life
cycle dapat
diartikan sebagai gambaran rangkaian tahapan yang akan terjadi atau diprediksi
yang dialami kebanyakan keluarga. FLC terdiri dari variabel yang dibuat secara
sistematis menggabungkan variable demografik yaitu status pernikahan, ukuran
keluarga, umur anggota keluarga, dan status pekerjaan kepala keluarga.
Tahapan
dari FLC model adalah:
1.
Stage I: Bachelor – pemuda/I single dewasa yang hidup
berpisah dengan orang tua.
2.
Stage II: honeymooners – pasangan muda yang baru menikah
3. Stage
III: parenthood – pasangan yang sudah menikah
setidaknya ada satu anak yang tinggal hidup bersama.
4.
Stage IV: postparenthood –sebuah pasangan menikah yang sudah tua dimana tidak ada anak yang tinggal hidup bersama.
5.
Stage V: dissolution – salah satu pasangan sudah meninggal.
D. Perubahan Struktur Keluarga dan Rumah
Tangga
Perubahan
struktur keluarga dan rumah tangga ini akan berdampak pada perilaku konsumen
dalam membeli produk. Dengan menggunakan metode riset maka pemasar akan
mendapatkan analisis yang tepat dari pengaruh keluarga dan rumah tangga dalam
pembelian produk.
E. Metode Riset untuk Mengetahui Pengambil
Keputusan oleh Keluarga
Metode
yang digunakan untuk bermusyawarah antar keluarga dengan menggunakan bahasa
yang mempunyai makna yang sama bagi semua anggota keluarga, dan dapat
memberikan hasil ketika anggota keluarga yang sama mengeluarkan pendapat
yang bertentangan mengenai apa yangdituju oleh keluarga atau pengaruh
relative dalam keputusan tersebut.
Sumber
:
Jakarta
0 komentar:
Posting Komentar